MEMPERBAIKI DIRI

Sukar mengatakan pada diri sendiri bila kita mau jujur mengatakan pernyataan ini: ” saya tidak pernah atau jarang berbuat dosa”

Siapapun dia semasih ia manusia pasti memiliki nafsu, yang membimbingnya pada hal yang disukainya, yaitu dunia dan isinya (laptop, hacking, phising, bahkan surfing diinternet dan banyak lagi lainnya)

Meski anda dosen atau guru, mahasiswa atau pencari ilmu (tholabul ilmi) sekalipun juga pernah berbuat dosa.

Bagaimana mengenalinya?

Langkah paling mudah adalah:

1. Cek hafalan Al-Qur-an anda: berapa yang masih tersisa dibanding hari atau minggu sebelumnya.

bila ada, inilah satu cirinya kita kurang menjaga mata kita dengan memanfaatkannya untuk hal yang kurang berguna

2. Cobalah menghafal ayat Al-Qur’an, cukup satu saja; bandingkan lama kita menghafalnya pada saat kita masih SD atau SMP (boleh masih apa saja, yang penting saat kita sangat jarang berbuat hal yang sia-sia atau hal yang tidak perlu);

Bila daya hafal kita berkurang, kita selalu menyalahkan..Ah, saya banyak urusan, tidak konsentrasi atau apalah alasan lainnya.

Ketahuilah banyaknya hal yang tidak perlu(atau perbuatan dosa dimasa lalu) yang bersemayam di dalam pikiran( hati) kitalah yang membuat ayat-ayat Alloh tersebut sukar tertanam dengan baik.

3. Perhatikan ucapan-ucapan kita saat kita ditanya orang lain:

apakah banyak hal yang kita jawab hanya berdasar logika kita saja, apalagi pertanyaan yang bersifat agama. Bila “iya”, maka ketahuilah hafalan ayat kita sebagian telah terhapus/ tergusur oleh dosa yang pernah kita lakukan baik dimasa lampau atau baru saja.

mungkin sering dari kita bila berceramah (kalau diminta lho..) banyak hal agama yang kita tahu kalimat-kalimat hadist tapi cuma sepenggal-sepenggal boro-boro bahasa arabnya.

hal tersebut terjadi karena pertarungan pahala VS dosa dalam hati kita;

Adalah amalan baik itu bergandengan tangan dengan amalan baik lainnya sehingga apabila kita laksanakan satu maka ia akan menarik amalan baik lainnya untuk kita lakukan, bila kita berhenti karena letih, bosan atau tertarik hal lainnya maka ia akan terhenti dan

amalan buruk itu bergandengan dengan amalan buruk lainnya, bila satu keburukan kita lakukan maka keburukan lainnya akan meminta untuk diamalkan oleh kita, mungkin kita sangat menyukainya, tapi ingatlah hati kita akan dipenuhi keburukan-keburukan sehingga puncaknya kita tidak malu berbuat buruk atau berkata “kotor” dihadapan khalayak ramai..

Tetapi hati kita bila masih hidup, biasanya diantara dosa-dosa yang kita lakukan, akan terbertik perasaan seakan kepala kita kosong, tidak ada apa-apanya atau pandangan kita menjadi nanar tidak tahu mau berbuat apa, seolah-olah tidak ada hal penting yang perlu kita lakukan lagi.

Bila kita dalam kondisi ini berarti dosa kita telah menutupi kebaikan-kebaikan dalam hati kita.

Di saat ini sadarlah…bahwa kita telah terperosok jauh dalam dosa/kemaksiatan dan perbuatan sia-sia lainnya.

Paksalah diri kita untuk membaca buku agama atau apa saja yang bermanfaat

Upayakanlah sedikit demi sedikit tapi kontinyu untuk memperbaiki hati dan diri kita

semoga dengannya kita bisa berkata: “Ya Alloh aku bertobat padaMu atas semua kesalahanku

bila engkau tidak mengampuniku sungguh pasti aku menjadi orang yang merugi”

Inilah perkataan ayah/kakek kita, nabiAlloh Adam Alaihissalam setelah ia menyadari telah banyak berbuat kesalahan

Dan akhirnya Alloh mengampuninya….

meski kita sadari:…bahwa, ampunan bukan berarti tidak ada hukuman atas kesalahan kita dahulu…

ampunan adalah kesempatan kedua bagi kita untuk berbuat baik

Siapapun dari saudaraku yang membaca ini, semoga bermanfaat untukmu….

Wassalamu’alaikum

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: